Muscab GPK Jombang, Ketua Jatim Minta Kader Jangan Hanya Diajari Buat Proposal

Muscab GPK Jombang, Ketua Jatim Minta Kader Jangan Hanya Diajari Buat Proposal

Ketua Gerakan Pemuda Ka’bah (GPK) Jawa Timur Muhammad Khozin meminta, kader GPK tidak hanya diajari membuat, mengantar proposal, lalu mengambil dana. Hal itu, kata dia, bukan merupakan bentuk kaderisasi.

“Kader jangan hanya diajari buat proposal, ngantar proposal, ngambil dana. Akhirnya kader tidak memunculkan produktivitas. Contohnya Rasulullah, yang sekiranya doa meminta kepada Allah gunung untuk dijadikan emas, itu bisa. Tetapi beliau berdagang,” tandas Khozin dalam sambutannya di acara Muscab GPK Jombang, Sabtu (24/10/2020) di salah satu hotel ternama di Kota Santri.

Ia juga menyampaikan, niat baik tidak bisa dilakukan dengan menghalalkan segala cara. Niat baik, katanya, harus dibarengi dengan cara baik pula, untuk mendapatkan hasil terbaik. “Niat baik tapi pengorganisasian tidak baik, hakkul yakin dan pasti, hasilnya tidak akan baik. Ini prinsip,” tutur Khozin.

Khozin menggambarkan kehidupan berorganisasi dengan perumpamaan sebuah bangunan. Di mana, batu yang berada di dasar, tidak pernah protes meski batu itu tidak tampak di permukaan. Dia sadar, jika butuh atap untuk melindunginya.

Sama halnya tiang dan atap, tidak pernah protes dengan batu. Karena atap yakin, tidak akan kokoh tanpa tegaknya tiang. Begitu juga dengan tembok, jika struktur bata semen dan pasirnya tidak tepat, tembok itu akan mudah runtuh.

“Artinya, harmonisasi dalam struktur ini harus diterapkan di organisasi. Ya, begitulah dengan organisasi. Tidak ada Superman dalam dunia nyata. Yang ada hanya SuperTim. Dan itu harus menjadi pondasi. Ada bagian bendahara, administrasi, sekretaris, leadership, logistik, protocol, semua memiliki porsi masing-masing,” bebernya.

Sementara Ketua Umum Gerakan Pemuda Ka’bah (GPK) Pusat, Andi Surya Wijaya Ghalib menjabarkan, GPK harus banyak merekrut anak-anak muda. Karena pemuda, sangat berpengaruh bagi kelangsungan hidup suatu negara ataupun bangsa.

“Dan ini juga merupakan hasil Rakernas di Bogor kemarin, GPK harus banyak merekrut anak muda. Karena anak-anak muda ini keberadaanya ada di mana-mana. Dan GPK bisa menjadi salah satu wadah bagi mereka untuk ikut berkontribusi terhadap pembangunan,” ujar Andi kepada awak media.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *